Sabtu, 26 Maret 2016

CARA MENYAMBUT PUASA ALA ORANG JAWA




Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah.Selama sebulan penuh umat islam menjalankan ibadah puasa dan mensucikan diri. Di bulan itu pula wahyu Al-quran turun pada malam Lailatul Qodar. Maka layaklah jika umat islam di  seluruh penjuru bumi  memasuki bulan ramadhan yang suci dengan penuh sukacita.
Tradisi orang jawa dalam menyambut bulan ramadhan boleh dibilang lebih istimewa. Sebab bagi orang jawa berpuasa menjadi semacam bagian hidup. Sehingga orang jawa yang masih lekat dengan tradisi dan adat, biasanya menyambut bulan itu dengan serangkaian kegiatan ritual, berupa  nyadranatau nyekar,padusan, dan megengan.
Tradisi dan adat jawa yang masih berlangsung dimasyssrakat pedesaan itu mempunyaimakna simbolis  hubungan diri orang jawa dengan para leluhur, dengan sesame maupun dengan tuhan sang maha pencipta. Tradisi nyadran atau nyekar  berupa ziarah kubur yang dilaksanakan dalam bulan syaban menjadi kewajiban  bagi orang jawa. Ziarah dengan membersihkan makam leluhur, memanjatkan doa permohonan ampun, dan tabur bunga tersebut adalah symbol bakti dan ungkapan terimakasih seseorang terhadap para leluhurnya. Makna yang terkandung dalam persiapan puasa dibulan ramadhann adalah agar orang mendapatkan berkah dan ibadahnya diterima Allah
Setelah melaksanakan tradisi nyadran, masyarakat jawa biasanya melakukan pensucian diri melalui ritual padusan. Tradisi berupa mandi dan kramas tersebut secara harfiah dapat dimaknai sebagai persiapan   fisik dan batiniah agar dalam memasuki puasa diiringi dengan hati yang suci.
Kemudian menjelang tenggelamnya matahari di ufuk barat sehari sebelum 1 ramadhan, keluarga-keluarga jawa melakukan upacara kenduri yang disebut megengan. Kata megeng yang berarti menahan atau di saat orang jawa memasuki puasa ramadhan harus dengan berbuat baik terhadap sesame dan lingkungannya. Dalam kenduri atau selamatan megengan, dilantunkan doa-doa ermohonan keselamatan dan kebahagianaan lahir batin bagi seluruh warga
Melalui rangkaian tradisi dan adat jawa menjelang puasa ramadhan , orang jawa merasa lengkap mempersiapkan diri memasuki bulan suci itu.Dengan begitu, banyak orang jawa abangan dalam beribadah, seperti sholat masih bolong-bolong, namun dalam berpuasa mereka sangat sungguh-sungguh. Persiapan memasuki puasa  ramadhan melalui rangkaian tradisi itu adalah upaya orang jawa lebih mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki hubungan baik dengan masyarakat dan lingkungan, serta menunjukkan bakti kepada leluhurnya.
Berpuasa bagi masyarakat jawa tradisional yang tergolong abangan,,sebenarnya bukan sebatas disaat bulan ramadhan saja. Orang  jawa mengenal puasa lebih dalam lagi. Berpuasa adalah bagian hidup spiritual sepanjang masa,yang sering disebut sebagai tirakat. Itu sebabnya dikalangan orang jawa, selain puasa senin-kamis, puasa ngrowot, puasa mutih, ngebleng, dan beragam bentuk tirakat lainnya.
Tujuan orang jawa berpuasa juga bermacam-macam, misalnya ada yang menjalani dengan tujuan memperoleh ketentraman dan kebahagiaan lahir batin. Kepentingan lainnya yaitu orang berpuasa mungkin berkaitan dengan permohonan agar anak – cucunya kelak menjadi orang terpandang, dapat hidup bahagia dan berkelimpahan rizki.Berpuasa diluar bulan ramadhan adalah bagian dari kehidupan spiritual orang jawa dan upaya mendekatkan diri dengan Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar